Langsung ke konten utama

Task 3_Yuliana_GM1 Menata Potensi Diri

Task 3_Yuliana_GM1

Setelah mendapatkan materi ketiga, dalami kembali apa saja yang dimaksud potensi diri dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.  


1. Gunakan tools (bebas apapun, mana yang nyaman bagi Anda) untuk mendalami lagi karakter diri Anda. Pilih satu bakat dan kekuatan apa yang ingin Anda kembangkan. P.S : bagi yang sudah berkeluarga, diskusikan bersama pasangan dan (atau) anak-anak. Jika sulit, diskusikan dengan diri sendiri saja.


Potensi diri adalah kekuatan yang ada di dalam diri seseorang, dimana Allah sudah menginstalnya dengan segala perangkat penunjangNya.

Dan kita harus mampu menggalinya lebih dalam apa dan bagaimana potensi diri dengan belajar dan mengobservasi diri  baik melalui; tes kepribadian, tes bakat/minat, belajar dari yang hal disukai atau belajar dari yang bisa dilakukan.

Saya mulai belajar mengenali diri  dan menggali potensi diri sendiri sejak tahun 2017. Diawali dengan berusaha memperdalam maksud Allah kenapa saya dilahirkan di bumiNYA.


Dari hasil pengamatan, observasi otodidak, membaca referensi dan mencoba tool www.temubakat.com tahun 2017 lalu. Akhirnya saya tersadar bahwa apa yang dicari selama ini bisa dijabarkan. Yaitu siapa saya?

Jadi saya menelusuri tiap karakter yang dimiliki dan sampai pada kesimpulan seperti ini:
Tipe belajar Audiotori Visual
Tipe kepribadian yang dominan adalah Melankolis - Koleris
Multiple Inteligent : Visual Spasial, Interpersonal, Linguistic
dan dari hasil ST 30 tahun 2017 dan 2019 ini tidak banyak berubah yaitu  Commander, Communicator, Designer, Educator, Explorer, Journalist, Analyst, Arranger  dan Selector.

Hasil ST30 2017


Hasil ST30 tahun 2019


Saya baru teringat sewaktu dulu bekerja di ranah publik sebelum menikah.  Posisi yang dipercayakan ke saya adalah supervisor dan leader. Padahal dulu tidak begitu percaya diri bakal mampu mengembannya. Ternyata kini tahu kalo saya punya kekuatan di commander.

Namun kali ini saya pilih yang dikembangkan terlebih dahulu adalah educator.

Educator adalah mengajar, menyampaikan, melatih ilmu dan keterampilan agar bisa dipahami orang lain (*ST30).

Kenapa saya memilih educator?

Karena untuk menjadi educator, saya harus bisa memimpin diri sendiri terlebih dahulu, harus bisa menjadi tauladan, harus mampu berkomunikasi dengan baik agar apa yang disampaikan dimengerti orang lain, harus mampu pula merancang cara mentransfer ilmu yang bisa disukai oleh orang lain, dan harus sering membuat pengamatan untuk orang lain dan sekitar.


Sejak SD saya pernah bercita-cita menjadi guru, namun bukan sebagai guru sekolah. Karena keterbatasan pengetahuan, bacaan dan teknologi saat itu. Sehingga akhirnya cita-cita itu terkubur.


Setelah bertahun-tahun kemudian saat 2007 saya mencoba kemampuan untuk mengajar dan membuka kelas bimbingan belajar di rumah. Alhamdulillah peminatnya banyak.


Tapi tak pernah tertarik untuk menjadi pengajar di sekolah atau mengambil jurusan guru. Saya menyukai berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain namun bukan pelajaran sekolah atau text book.


Dan setelah mengetahui potensi diri salah satunya  educator, saya putuskan untuk mengembangkan kekuatan ini lebih serius. Dilandasi karena saya suka berbagi. Berbagi memang banyak caranya. Ada dengan harta, tenaga dan ilmu.  Dan saya memilih berbagi dengan ilmu.
Alhamdulillah Januari 2019  kemaren saya mulai melaunching sebuah wadah dalam berbagi ilmu yang saya beri nama Dafshare. Jadi Dafshare ini nantinya adalah wadah untuk saya bisa membuat kelas-kelas belajar baik secara online dan offline untuk memperdayakan lingkungan sekitar.

Di awali dengan 2 bulan kemaren memberanikan diri membuka kelas belajar online sabun jelantah.

Kenapa sabun jelantah duluan?

Karena saya mulai tertarik dengan hidup minim sampah #zerowaste dan ingin mengambil bagian dalam kampanye minim sampah tersebut. Dan salah satunya dengan mendaur ulang limbah minyak bekas/jelantah. Selain itu juga secara aktif mengkampanyekan #zerowaste melalui sosmed dan tulisan-tulisan di blog saya.

Langkah selanjutnya Dafshare akan membuat kelas yang mengajak masyarakat agar lebih peduli pada asupan makanan sehat tanpa bahan pengawet, pewarna buatan dan penambah rasa artificial yang bisa menambah perekonomian  keluarga tercinta.

Kelas-kelas tersebut adalah kelas yang pernah saya pelajari yaitu VCO, Sosis, berbagai olahan keju berbahan susu murni (keju dasar, cheddar, havarti, mozarella, ricotta, cream cheese dan lain-lain), yogurt, preserved fruit, jam, jelly, SKM. Dan akan terus bertambah pelatihan-pelatihan lainnya seiring apa yang saya pelajari.

2. Apa upaya (usaha) Anda selanjutnya untuk mengasah potensi diri Anda? (semakin detail semakin bagus. Bisa ditulis dalam bentuk bagan aktifitas selama 21 ke depan).

Karena sudah menentukan bakat apa yang saya pilih untuk dikembangkan adalah Educator. Maka upaya yang saya lakukan selanjutnya  untuk mengasah potensi tersebut adalah dengan banyak belajar dari master-masternya langsung baik secara online maupun offline. Baik yang berbayar ataupun free.

Terus berlatih dan mempraktikkan apa yang sudah dipelajari dan berani mengexplore aneka cara, bahan, metode, rasa, aroma agar bisa menambah jam terbang sehingga akhirnya layak dibagikan ke orang lain di Dafshare.

Berikut aktivitas yang akan saya kerjakan dalam 21 hari  ke depan dalam rangka menambah ilmu dan jam terbang:


Insyaallah sebelum 2019 ini berakhir, saya ingin melaunching satu produk yang bisa dijual secara online maupun offline dengan nama brand yang sudah disiapkan yaitu Alfayda.


Mimpi besar saya adalah menjadi sosiopreneur.



#Task3GM
#gemarimadya
#angkatan1 #kelas1
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#menatajiwa
#BerbenahIndoneisa
#Indonesiarapi  #serapiitu
#segemariitu



Komentar